Rabu, 05 Desember 2012

tni ad

Tank Leopard Revolution yang memperkuat TNI AD dipamerkan di arena pameran produk pertahanan Indo Defence di JEC Kemayoran, Jakarta. (JIBI/SOLOPOS/Antara)
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, doktrin pertahanan TNI tetap akan difokuskan untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, meskipun TNI AD kini sudah diperkuat tank tempur utama berkemampuan ofensif Leopard.“Doktrinnya untuk menjaga kedaulatan negara kita ini. Soal penempatan tank Leopard, nanti akan diserahkan kepada TNI AD dengan tetap berkoordinasi dengan Kemhan,” kata Purnomo, Selasa, saat ditanya soal rencana penempatan tank-tank tempur canggih itu.
Menhan mengatakan, saat ini baru dua tank yang datang untuk dipamerkan di Indo Defence yang akan dibuka Rabu (7/11/2012) di Jakarta International Expo, Kemayoran. “Kedatangan tank Leopard akan membuat tank kita menjadi komplit,” ujarnya.
Pengamat militer dari Universitas Indonesia Andi Widjajanto sebelumnya mengatakan sudah saatnya Indonesia merumuskan ulang doktrin pertahanannya. Untuk kedatangan Leopard itu, Indonesia belum memiliki doktrin untuk tank berat. “Selama ini kita menggunakan doktrin infanteri. Tank hanya digunakan untuk membantu pasukan infanteri,” katanya. Doktrin kavaleri berat, kata dia, yang bisa bertempur mandiri juga harus dibentuk. Dengan rencana pembelian helikopter serang Apache, pemerintah juga harus mengubah doktrin.
Menurut Andi, saat ini tinggal Angkatan Darat yang belum memperkuat doktrin, sementara Angkatan Laut dan Udara dinilai sudah mapan dalam pembentukan doktrin. Kemudian, Kemhan juga harus mengembangkan doktrin gabungan ketiga matra agar senjata masing-masing angkatan bisa dikerahkan dalam operasi militer gabungan. “Senjata masing-masing angkatan itu harus bisa dikerahkan dalam satu operasi militer gabungan,” katanya.
Seperti diketahui, Indonesia sudah merevisi dua kali doktrin pertahanannya. Pertama saat era reformasi dimulai dan terakhir pada 2007. “Sekarang sedang direvisi. diharapkan segera diluncurkan karena revisinya sudah selesai,” kata Andi. Setelah revisi doktrin pertahanan selesai barulah dilakukan revisi doktrin angkatan dan diperkirakan semua doktrin selesai pada 2014 mendatang.

Rabu, 28 November 2012

JAKARTA (Pos Kota) – Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris memimpin Penutupan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara bagi Resimen Mahasiswa Jayakarta TA. 2012 di Lapangan Upacara Chandradimuka Rindam Jaya Jl. Raya Condet Pasar Rebo Jakarta Timur, Selasa (10/1/2012).
Acara tersebut dihadiri oleh Danrem 052/Wkt Kolonel Kav Andarias Pong Bija, para Perwira Staf Ahli Pangdam Jaya, Perwira LO AL dan AU, para Asisten Kasdam Jaya, para Kabalak jajaran Kodam Jaya, para Dansat jajaran Kodam Jaya, para Perwira Staf Rindam Jaya serta para siswa-siswi peserta pendidikan yang seluruhnya berjumlah 185 orang.
Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Waris dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pendidikan Pendahuluan Bela Negara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta Tanah Air, Bela Negara dan menambah mutu kualitas personel Menwa Jayakarta dalam semangat nasionalisme serta membina sikap mental fisik, disiplin yang baik, loyalitas yang tinggi. Oleh karena itu, Kodam Jaya/ Jayakarta sebagai kompartemen strategis dan Pelaksana Tugas Pokok Kementerian Pertahanan, merasa terpanggil untuk melaksanakan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara bagi Menwa Jayakarta yang bertempat di Lembaga Pendidikan Rindam Jaya. Kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara yang telah dilaksanakan mulai tanggal 3 s.d 10 Januari 2012 bersifat non program, sebagai bentuk kepedulian Kodam Jaya/Jayakarta dalam upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme, cinta tanah Air dan wawasan kebangsaan bagi anggota Resimen Mahasiswa Jayakarta.
Lebih lanjut Pangdam Jaya mengharapkan agar para anggota Menwa Jayakarta dapat menjadi warga negara Indonesia yang mengerti dan memahami tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang semakin cinta terhadap tanah airnya, serta memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, ikut berperan aktif dan bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat dalam meningkatkan dan menciptakan stabilitas lingkungan dalam upaya terciptanya ketahanan wilayah serta meningkatkan kualitas maupun kuantitas komponen cadangan dalam mendukung sistem Pertahanan Semesta. Di samping itu, mampu memberikan contoh di lingkungan Perguruan Tinggi dengan meningkatkan disiplin, pantang menyerah serta mampu menjaga diri terhadap pengaruh negatif yang dapat merusak rasa persatuan dan kesatuan sesama warga negara.
Pangdam Jaya juga mengingatkan bahwa pendidikan Pendahuluan Bela Negara bertujuan menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air yang dijiwai oleh kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan akan Pancasila sebagai Ideologi Negara, kerelaan berkorban untuk Negara dan dapat memberikan kemampuan Bela Negara bagi komponen bangsa termasuk Mahasiswa yang merupakan kelompok intelektualitas harus menjadi tulang punggung dalam membela Negara.
Autentikasi:
Kapendam Jaya
Kolonel Inf Adrian Ponto SH